Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Satuan Resnarkoba Polres Bantaeng Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal

Satuan Resnarkoba Polres Bantaeng Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal

banner 120x600
banner 468x60

Satresnarkoba Polres Bantaeng Gagalkan Peredaran Tramadol Ilegal, Satu Tangan Dingin Diringkus

Info Bantaeng – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantaeng kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba dan obat-obatan terlarang. Pada Senin (6 Oktober 2025) silam, tim yang dipimpin oleh AKP Hendra Firdaus, S.H., M.H., berhasil meringkus seorang pengedar obat terlarang jenis Tramadol di Jalan Teratai, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Operasi ini berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial SU (44), yang kedapatan menjual obat keras daftar G secara ilegal, tanpa mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dari Bisikan Masyarakat ke Tindakan Nyata

Penangkapan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja intelijen yang cermat dan responsif terhadap informasi dari masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Kasat Resnarkoba melalui Humas Polres Bantaeng pada Jumat (10 Oktober 2025), operasi ini berawal dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di suatu lokasi.

Tim Sarkodes Sat Resnarkoba Polres Bantaeng Meringkus Pelaku Peredaran Obat Terlarang - Sumber : Beritasulsel.com - BeritaSatu Network

Baca Juga: Deretan Temuan Dugaan Pelanggaran Perusahaan di Kawasan Industri Bantaeng: Lingkungan hingga Sosial

“Penangkapan pelaku pengedar dan penjual Tramadol tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kami dapat terkait adanya tempat yang dijadikan pengedaran ataupun penjualan obat-obat daftar G dan tanpa izin edar,” jelas pernyataan resmi tersebut.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh tim Satresnarkoba. Mereka melakukan penyelidikan dan pengembangan, memastikan kebenaran laporan tersebut sebelum melakukan penangkapan. Hal ini menunjukkan pola kerja yang profesional, di mana setiap aksi didasari oleh bukti dan informasi yang terverifikasi, bukan sekadar spekulasi.

Mengulik Bahaya Tramadol: Obat Medis yang Berubah Jadi ‘Lionteng’

Banyak orang mungkin bertanya, apa sebenarnya Tramadol dan mengapa peredarannya diawasi sangat ketat? Tramadol pada dasarnya adalah obat medis yang termasuk dalam golongan opioid analgesik. Ia diresepkan oleh dokter untuk mengatasi rasa sakit sedang hingga berat, misalnya pasca-operasi atau pada pasien kanker.

Namun, seperti dua sisi mata uang, Tramadol memiliki potensi penyalahgunaan yang sangat tinggi. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengubah cara tubuh merespons rasa sakit, dan dalam dosis berlebih atau tanpa pengawasan medis, ia dapat menimbulkan efek euforia, kantuk, dan ketergantungan.

Inilah alasan mengapa Tramadol dimasukkan ke dalam Daftar G (Obat Keras Tertentu). Peredarannya harus di bawah kontrol yang ketat, hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, dan memiliki izin edar dari BPOM. Ketika beredar secara ilegal, Tramadol berubah menjadi “Lionteng” baru yang mengintai generasi muda dan masyarakat rentan. Penyalahgunaannya dapat berakibat fatal: depresi pernapasan, kejang, gangguan jiwa, hingga kematian akibat overdosis.

Profil Pelaku dan Modus Operandi

Pelaku yang berhasil diamankan, SU (44), bukanlah lagi pemain baru. Di usianya yang sudah kepala empat, ia diduga telah lama beroperasi, memanfaatkan lokasinya yang strategis di pusat permukiman untuk menjalankan aksinya. Modus yang digunakannya relatif sederhana namun berbahaya: menjual Tramadol secara bebas tanpa memedulikan aturan dan dampak yang ditimbulkan.

Tramadol ilegal yang dijual SU sangat berisiko karena tidak jelas asal-usulnya. Obat tersebut bisa jadi adalah produk palsu, kedaluwarsa, atau dengan dosis yang tidak terkontrol. Bagi pembeli yang kecanduan, mereka tidak peduli dengan hal itu. Yang mereka cari hanyalah cara cepat untuk melarikan diri dari realita, sebuah pelarian semu yang pada ujungnya akan menghancurkan hidup mereka.