Info Bantaeng – Kondisi memprihatinkan terjadi di Dusun Bungeng, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Puluhan warga setempat turun langsung memperbaiki ruas jalan Kulepang–Bialo yang telah lama rusak parah dan tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu berlubang besar, dipenuhi lumpur, dan kerap menyebabkan kendaraan—baik mobil maupun motor—mengalami kerusakan. Bahkan tak jarang warga menyebut sering terjadi kecelakaan kecil akibat badan jalan yang tidak layak dilalui.
Warga Patungan Beli Timbunan
Karena tidak kunjung diperbaiki, warga akhirnya memutuskan untuk melakukan kerja bakti dengan kemampuan sendiri. Mereka patungan membeli timbunan untuk menutup lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.
“Kami sudah lama menunggu perbaikan, tapi tidak ada respons. Mau tidak mau kami perbaiki sendiri karena ini jalur yang setiap hari kami pakai,” ujar salah satu warga, Abdullah, saat ditemui di lokasi gotong royong.
Menurutnya, warga merasa tidak punya pilihan lain. Setiap musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan yang sulit dilalui, sementara di musim kemarau debu beterbangan hingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Luncurkan Mandiri Benih Padi Andalan: 5 Juta kg untuk Petani Sulsel Secara Gratis
Kondisi Jalan Dinilai Membahayakan
Warga lain, Syarifuddin, mengungkapkan bahwa rusaknya ruas jalan telah menyebabkan banyak kendaraan mengalami patah as roda, ban pecah, hingga pengendara terjatuh.
“Sudah sering terjadi motor tergelincir karena lubangnya dalam dan licin. Kalau dibiarkan, bisa lebih banyak lagi orang celaka,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekadar peninjauan atau janji tanpa tindak lanjut.
Harapan Besar pada Pemerintah Daerah
Ruas jalan Kulepang–Bialo merupakan jalur penting yang menghubungkan beberapa dusun dan menjadi akses distribusi hasil pertanian masyarakat. Karena itu, warga menilai perbaikan jalan harus menjadi prioritas.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa gotong royong yang dilakukan warga hanya solusi sementara.
“Kami berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah nyata. Jalan ini adalah nadi ekonomi warga. Jangan biarkan masyarakat bekerja sendiri tanpa dukungan,” tegasnya.
Menunggu Respons Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Kabupaten Bantaeng belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Dusun Bungeng. Masyarakat berharap pengerjaan peningkatan jalan dapat segera dijadwalkan agar risiko kecelakaan dan kerugian tidak terus terjadi.

















