Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Pemerintah Desa Bonto Cinde Gelar Musrenbang, Fokus pada Usulan Prioritas dan Mendesak

Pemerintah Desa Bonto Cinde Gelar Musrenbang, Fokus pada Usulan Prioritas dan Mendesak

banner 120x600
banner 468x60

Musrenbang Desa Bonto Cinde Dibuka, Sekdes Andi Mukram Ajak Warga Fokus Usulkan Program Prioritas dan Mendesak

Info Bantaeng–  Pemerintah Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, secara resmi menggelar pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, (01/10/25). Acara yang berlangsung penuh khidmat di Aula Kantor Desa Bonto Cinde ini menandai dimulainya proses partisipatif untuk merajut masa depan desa yang lebih sejahtera.

Musrenbangdes kali ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong yang masih kental. Tampak hadir Camat Bissappu, Sitti Juhaedah, S.E., M.Si., memberikan dukungan dan arahan langsung. Kehadiran para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat dan agama, serta perwakilan aktif dari karang taruna dan kelompok perempuan, melukiskan sebuah mosaik demokrasi desa yang hidup dan inklusif.

Arahan Camat: Pembangunan yang Partisipatif dan Berkualitas

Pembukaan Musrenbangdes dimulai dengan sambutan dari Camat Bissappu, Sitti Juhaedah. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan.

“Musrenbangdes ini adalah ruang aspirasi kita bersama. Ini adalah momen strategis di mana suara bapak, ibu, dan para pemuda didengar langsung untuk ditindaklanjuti dalam kebijakan dan anggaran desa,” ujar Sitti Juhaedah dengan penuh semangat.

Musrenbang Desa Bonto Cinde, Sekdes Andi Mukram Minta Warga Usulkan Yang Mendesak dan Menjadi Prioritas - Sumber : Beritasulsel.com - BeritaSatu Network

Baca Juga: KONI Bantaeng Optimis Pembinaan Atlet Jalan Menuju Prestasi

Camat juga mengingatkan agar seluruh usulan yang diajukan tidak hanya reaktif, tetapi harus visioner dan berbasis data. “Mari kita pikirkan program yang tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini, tetapi juga yang membawa dampak berkelanjutan untuk anak cucu kita di Bonto Cinde. Perhatikan aspek pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Pesan Kunci Sekdes Andi Mukram: “Usulkan yang Mendesak dan Menjadi Prioritas!”

Sekretaris Desa (Sekdes) Bonto Cinde, Andi Mukram, menjadi tokoh kunci dalam mengarahkan jalannya diskusi. Dengan tegas dan jelas, ia meminta kepada seluruh peserta untuk mempertimbangkan dengan matang usulan-usulan yang diajukan.

“Saya tidak bisa menekankan ini cukup kuat. Dana desa kita terbatas, sementara kebutuhan dan keinginan kita hampir tak terbatas. Oleh karena itu, saya mohon kepada seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk betul-betul mengusulkan hal-hal yang sifatnya mendesak dan menjadi prioritas,” pesan Andi Mukram di hadapan peserta musrenbang.

Mukram menjelaskan bahwa kriteria “mendesak” berarti program atau kegiatan yang jika tidak segera dilaksanakan dapat menghambat aktivitas masyarakat atau bahkan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Sementara “prioritas” adalah program yang dampaknya langsung dirasakan oleh sebagian besar masyarakat dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Contohnya, perbaikan jalan usaha tani yang rusak parah di Dusun Mamiri adalah hal yang mendesak karena menyangkut distribusi hasil pertanian warga. Atau, peningkatan kapasitas kelompok wanita tani untuk diversifikasi produk olahan adalah prioritas untuk pemberdayaan ekonomi. Hindari usulan yang sifatnya masih abstrak atau hanya menguntungkan segelintir orang,” jelas Mukram lebih lanjut.

Suasana Diskusi: Antara Harapan dan Realita

Sesi inti dari acara ini diisi dengan diskusi kelompok yang dinamis. Para peserta dibagi berdasarkan dusun dan fokus permasalahan. Suasana pun hidup dengan berbagai usulan dan debat ringan.

Beberapa usulan yang mengemuka antara lain:

  1. Perbaikan Infrastruktur Dasar: Perbaikan saluran irigasi di Dusun Bonto Lojong yang sering bocor dan menyebabkan konflik antar petani.

  2. Pemberdayaan Ekonomi: Permintaan untuk pelatihan teknis dan permodalan bagi kelompok pemuda yang bergerak di bidang e-commerce untuk memasarkan produk lokal.

  3. Kesehatan dan Pendidikan: Pengadaan tambahan fasilitas Posyandu dan bantuan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap bersekolah.

  4. Lingkungan: Program sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terpadu.

Setiap usulan dicatat dengan cermat oleh tim facilitator dari perangkat desa untuk nantinya diverifikasi, dikaji kelayakannya, dan dihitung perkiraan anggarannya sebelum ditetapkan dalam perencanaan resmi.