Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Kabupaten Gowa Berhasil Ungkap Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Lokasi Terpencil Biringbulu

Kabupaten Gowa Berhasil Ungkap Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Lokasi Terpencil Biringbulu

banner 120x600
banner 468x60

Tambang Emas Ilegal di Gowa Digerebek, Polisi Temukan Fakta Mengejutkan Ini: Sumur Manual dan Jejak Pembeking?

Info Bantaeng Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan wisata alam Malino dan sejarah Kerajaannya, kini menyimpan cerita lain di balik lebatnya hutan di Kecamatan Biringbulu. Sebuah operasi penegakan hukum berhasil mengungkap aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi dengan modus yang cukup mengejutkan. Bukan operasi besar-berskala industri, melainkan kegiatan yang tersembunyi di balik jerih payah akses yang hampir tak terjamah.

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Gowa bersama Tim Resmob, dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, akhirnya membongkar lokasi tambang ilegal di Desa Batumalonro itu. Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (4/10/2025) ini bukan tanpa alasan. Ia merupakan respons atas pemberitaan media yang ramai dan laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan yang menggerogoti bumi tanpa izin.

Namun, apa yang ditemukan polisi saat tiba di lokasi justru meninggalkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban. Lokasi tersebut sepi, sunyi, seolah-olah telah mendapat firasat akan kedatangan aparat. Meski pelaku telah kabur meninggalkan arena, mereka meninggalkan jejak serta bukti-bukti yang mengungkapkan praktik pertambangan yang primitif namun terorganisir.

Perjalanan 4 Jam Menuju “Lubang Emas” yang Hilang

Salah satu fakta yang langsung mencuat adalah lokasi yang sangat terpencil dan sulit dijangkau. Alfian menjelaskan, jarak dari Kota Sungguminasa ke lokasi sekitar 60,7 kilometer. Perjalanan yang sudah memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan kendaraan bermotor itu belum menjadi akhir dari perjuangan.

“Tapi untuk sampai di tempat kejadian perkara (TKP), masih harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5 kilometer atau sekitar satu jam,” ujarnya.

Soal Tambang Emas Ilegal di Gowa, Anggota Komisi III DPR: APH Diam Patut Diduga Jadi Beking

Baca Juga: Pemkab Bantaeng Apresiasi Pembukaan Kualifikasi Pra Porprov Sulsel Cabor Dancesport

Deskripsi ini menggambarkan betapa para penambang ilegal ini sengaja memilih lokasi yang “di luar radar”. Medan yang berat menjadi benteng alami mereka, sekaligus filter terhadap orang-orang yang tidak diinginkan. Ini menunjukkan level kesengajaan dan perencanaan yang matang untuk menghindari pengawasan.

Fakta Mengejutkan: Dua Titik Tambang dan “Sumur Neraka” Pencari Emas

Yang paling mengejutkan dari penggerebekan ini adalah temuan fisik di lapangan. Aparat tidak menemkan alat berat seperti ekskavator atau mesin penyedot raksasa. Sebaliknya, yang mereka jumpai adalah dua titik tambang dengan metode yang terkesan manual dan berbahaya.

“Salah satunya berupa sumur manual diduga dipakai penambang untuk mengambil material dari dalam tanah,” beber Alfian.

Sumur manual ini, dalam dunia pertambangan liar, sering dijuluki “lubang tikus” atau “sumur neraka”. Kedalamannya bisa mencapai puluhan meter dengan struktur yang tidak stabil, mengandalkan kayu-kayu penyangga seadanya. Para penambang nekat masuk dan mengambil material tanah dan batuan dari dasar sumur, mempertaruhkan nyawa untuk sebutir emas.

Material itu kemudian diangkat ke permukaan untuk diproses. “Tetapi, terdapat bongkahan batu diduga akan didulang untuk memisahkan kandungan emas,” ungkap Alfian. Metode dulang adalah teknik paling tradisional, mengandalkan tenaga manusia dan air untuk memisahkan emas dari tanah dan pasir. Kombinasi antara sumur manual yang berbahaya dan pemrosesan yang tradisional ini menunjukkan bahwa meski berisiko tinggi, iming-iming emas tetap menjadi magnet kuat.

Polisi pun mengambil tindakan tegas dengan menyegel lokasi dan memasang garis polisi, mengamankan bukti-bukti yang ada untuk penyelidikan lebih lanjut.