Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

H. Sahabuddin Resmikan Library Pop Up Fest 2025 di Bantaeng

banner 120x600
banner 468x60

Info Bantaeng – Suasana semarak mewarnai Halaman Perpustakaan Umum Daerah Buttatoa, Kabupaten Bantaeng, saat Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi membuka kegiatan Library Pop Up Fest: Festival Literasi 2025, Kamis (23/10/2025).

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong, yang menjadi simbol mulainya rangkaian kegiatan literasi yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2025.

Wakil Bupati Bantaeng Buka Library Pop Up Fest 2025, Gaungkan Semangat  “Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit” | Halilintarnews.id
Festival Literasi dengan Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal, Wabup Apresiasi Dispusip Bantaeng

Literasi sebagai Pondasi Kemajuan Daerah

Festival yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantaeng ini mengusung tema “Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit.” Tema tersebut mencerminkan semangat pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Dalam sambutannya, Wabup Sahabuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dispusip Bantaeng atas konsistensinya dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga : Wakil Bupati Bantaeng Pimpin Rapat Monev Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025

“Literasi adalah kunci kemajuan. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan semangat membaca dan berkarya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga memahami dan menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Sahabuddin.


Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal

Festival Literasi ini menampilkan berbagai kegiatan menarik, seperti pameran buku, lomba menulis dan membaca puisi, diskusi literasi, kelas mendongeng, hingga pertunjukan seni lokal. Selain itu, para pelajar dan komunitas literasi turut ambil bagian dalam menampilkan hasil karya kreatif yang mengangkat kekayaan budaya Bantaeng.

 “Kami ingin membuktikan bahwa literasi bukan hal yang membosankan. Justru lewat kreativitas dan budaya, masyarakat bisa terlibat aktif dalam kegiatan membaca dan menulis,” ujarnya.


Dukungan untuk Generasi Muda Bantaeng

Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas literasi dalam membangun ekosistem membaca yang kuat di Bantaeng. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin dan melahirkan generasi yang gemar membaca serta berpikir kritis.

“Dengan literasi yang kuat, kita membangun fondasi bagi masa depan Bantaeng yang lebih maju dan berdaya saing. Mari jadikan membaca sebagai gaya hidup dan budaya yang mengakar di masyarakat kita,” tutup Sahabuddin.

Festival Literasi “Library Pop Up Fest” di Bantaeng ini pun menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen daerah dalam memperkuat budaya literasi yang berpadu dengan kreativitas dan cinta terhadap budaya lokal.