Lebih dari Sekadar Tugas: Ketika Seragam Polisi Melebur dalam Gotong Royong Warga
Info Bantaeng– Di sebuah dusun kecil, Mangunturu, yang terletak di Kecamatan Kelara, Jeneponto, sebuah pemandangan luar biasa sedang terjadi. Suara deru mesin molen beton bersahutan dengan tawa dan obrolan hangat. Di antara puluhan warga yang berlumur keringat dan tanah, terlihat beberapa seragam khaki yang tak asing lagi. Mereka adalah IPTU Muh. Kasim, SH., Kapolsek Kelara, beserta personelnya. Namun hari ini, mereka tidak datang dengan tugas pokok menjaga kamtibmas. Mereka datang dengan sekop, cangkul, dan semangat gotong royong untuk mengecor jalan rusak sepanjang 500 meter yang telah lama menjadi duri dalam daging bagi warga.
Ini adalah sebuah cerita tentang hubungan yang melampaui hubungan formal antara penegak hukum dan masyarakat. Ini adalah cerita tentang Polri yang hadir sebagai bagian dari keluarga.
Jalan Rusak: Jalan Penderitaan yang Menuntut Solusi
Jalan di Dusun Mangunturu bukan sekadar berlubang. Kondisinya yang “cukup parah” telah berubah menjadi jalur berbahaya yang mengintai nyawa setiap pengendara yang melintas. Setiap hari, warga harus mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk beraktivitas—anak-anak berangkat sekolah, ibu-ibu pergi ke pasar, dan para petani mengangkut hasil bumi. Kecelakaan tunggal, mulai dari yang ringan hingga yang serius, bukan lagi hal yang aneh. Jalan ini menjadi simbol dari keterpinggiran dan tertundanya perhatian.

Baca Juga: Sebuah Tragedi Pilu: Kakak Beradik Calon Tenaga Kesehatan Tewas dalam Kecelakaan di Bantaeng
Namun, daripada terus mengeluh dan menunggu, semangat swadaya masyarakat Dusun Mangunturu bangkit. Dengan kesadaran penuh, mereka memutuskan untuk mengambil alih. Dana dikumpulkan, material disiapkan, dan rencana pengecoran jalan secara gotong royong pun dicanangkan. Ini adalah bentuk nyata dari kearifan lokal: “Jika tidak ada yang menolong, kita harus menolong diri sendiri.”
Polisi Turun Tangan: Dari Penjaga Hukum Menjadi Mitra Membangun
Berita tentang semangat swadaya warga ini sampai ke telinga Kapolsek Kelara, IPTU Muh. Kasim. Sebuah keputusan pun diambil—bukan hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi untuk terjun langsung. Bersama personelnya, mereka mendatangi lokasi pengecoran, bukan dengan mobil patroli yang menakutkan, tetapi dengan tekad untuk ikut mengaduk semen dan mendorong gerobak.
Kehadiran mereka pada awalnya mungkin mengejutkan. Namun, keheranan itu segera berubah menjadi senyuman dan sambutan hangat. Polisi yang biasanya dilihat dari balik kaca mobil patroli, kini berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dan berkeringat bersama warga.
“Kehadiran Bapak-bapak Polisi ini sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga peduli dengan kebutuhan nyata kami yang paling mendasar,” ujar Nojeng, seorang tokoh pemuda setempat, dengan mata berbinar. Apresiasi ini mewakili perasaan seluruh warga yang hadir.
Memperkuat Fondasi Sosial, Sebelum Fondasi Jalan
Apa yang dilakukan Kapolsek Kelara dan jajarannya ini memiliki dampak yang jauh lebih dalam daripada sekadar permukaan jalan beton yang baru. Mereka sedang memperkuat fondasi sosial dan kepercayaan antara institusi Polri dengan masyarakat.
-
Memanusiakan Hubungan: Dengan bergotong royong, sekat antara “penegak hukum” dan “yang ditegakkan hukum” melebur. Polisi dilihat sebagai manusia, sebagai tetangga, sebagai bagian dari komunitas yang sama-sama memiliki kepentingan untuk membangun desa.
-
Membangun Legitimasi dari Bawah: Legitimasi dan wibawa tidak selalu dibangun melalui penindakan yang tegas. Terkadang, wibawa justru lahir dari kepedulian dan tindakan nyata yang meringankan beban warga. Setelah peristiwa ini, setiap kali polisi lewat, warga akan melihatnya sebagai “sahabat” yang pernah berjuang bersama mereka.
-
Mengonkretkan Motto “Polri Untuk Masyarakat”: Aksi ini adalah implementasi nyata dari motto Polri. Bukan sekadar slogan di spanduk atau poster, tetapi sebuah aksi yang bisa dirasakan langsung oleh warga di tingkat akar rumput. Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K., yang turut mengapresiasi jajaran Polsek Kelara, memahami betul bahwa partisipasi aktif seperti inilah yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Sebuah Investasi untuk Masa Depan yang Lebih Aman dan Sejahtera
Dengan selesainya pengecoran jalan sepanjang 500 meter itu, manfaat yang didapat adalah multipihak.
-
Bagi Masyarakat: Keselamatan pengendara meningkat signifikan. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, yang berdampak positif pada ekonomi keluarga. Biaya perawatan kendaraan akibat jalan rusak juga dapat berkurang.
-
Bagi Polri: Mereka telah menanamkan modal sosial yang sangat berharga. Rasa percaya dan dukungan dari warga adalah “mata-mata” terbaik dalam upaya pencegahan kejahatan. Sebuah komunitas yang merasa diperhatikan dan dilindungi akan cenderung lebih kooperatif dan proaktif dalam menjaga kamtibmas lingkungannya sendiri.

















