Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Di sebuah desa di Bantaeng, drama cinta tiga hati berujung pada gugatan cerai setelah sang suami tak kunjung pulang

Di sebuah desa di Bantaeng, drama cinta tiga hati berujung pada gugatan cerai setelah sang suami tak kunjung pulang

banner 120x600
banner 468x60

Drama Cinta 3 Hati di Bantaeng: Rusli Tak Pernah Pulang, Warni Siap Cerai

Info Bantaeng– Di sebuah daerah di pesisir selatan Sulawesi Selatan, di mana Laut Flores membentang luas, sebuah kisah cinta tak biasa mengguncang Kabupaten Bantaeng. Inilah cerita tentang Rusli, Warni, dan Kasma—segitiga cinta yang tak hanya menguji komitmen pernikahan, tetapi juga mempertanyakan makna keadilan dalam poligami.

Pernikahan yang Mengguncang Media Sosial

Awal Oktober 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Warni, perempuan asal Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa. Dengan hati berbunga-bunga, ia mengucapkan ijab kabul dengan Rusli pada Minggu, 5 Oktober 2025. Foto-foto pernikahan mereka tersebar di media sosial, mengundang ribuan ucapan selamat dari warganet.

F8 Disebut Jadi Tiga Besar Event Kreatif Tanah Air, Sejajar Synchronize dan Pestapora - Tribun-timur.com

Baca Juga: Sebuah Era Baru Kemandirian Desa Dimulai dengan Groundbreaking Koperasi Merah Putih di Bantaeng

Namun, kebahagiaan itu ternyata singkat. Hanya berselang dua hari, pada Selasa, 7 Oktober 2025, Rusli kembali mengucapkan janji suci dengan Kasma, perempuan dari Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere. Dua pernikahan dalam rentang 48 jam—sebuah skenario yang lebih mirip sinetron daripada kenyataan.

Istri yang Terlupakan

Yang lebih menyedihkan adalah nasib yang dialami Warni setelah pernikahan. Menurut Kepala Desa Bonto Majannang, Abdul Hafid, Rusli tak sekalipun pulang ke rumah Warni setelah menikahinya.

“Rusli tidak pernah lagi datangi rumahnya Warni setelah menikah, makanya Warni keberatan (minta cerai),” tutur Hafid kepada Tribun-Timur.com pada Sabtu (18/10/2025) malam.

Puncak kekecewaan Warni terjadi ketika ia mengalami kecelakaan dan jatuh dari motor. Saat ia terbaring lemah, yang datang menjenguk hanyalah keluarga Rusli—tiga mobil penuh—namun tanpa kehadiran sang suami yang dinantikan.

“Yang datang cuma keluarga Rusli tiga mobil, tapi kata orang bukan keluarga Rusli yang ditunggu menjenguk, tapi suaminya, Rusli,” lanjut Hafid.

Mencari Kejelasan yang Tak Kunjung Tiba

Tekad Warni untuk mempertahankan komitmen pernikahan akhirnya luluh oleh sikap Rusli yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama Kasma. Dalam kondisi hati yang terluka, Warni bersama keluarga besar mendatangi rumah Rusli untuk mencari kejelasan.

Namun harapan pun pupus. Rusli tidak berada di tempat—ia justru berada di kediaman istri keduanya, Kasma.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025 itu akhirnya memicu kemarahan ayah Rusli. Sang ayah mengutus seseorang untuk menjemput paksa Rusli agar datang menemui Warni dan keluarganya.

“Sesampainya di rumah, kesepakatan muncul agar Warni dan Rusli bertemu di KUA Senin depan (20/10/2025) untuk menuntaskan buku nikah yang sempat ditangguhkan,” jelas Hafid.