Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Dalam Rangka Perkuat Ketahanan Pangan, Polbangtan Gowa dan Pemda Bone Kendalikan Wabah Unggas

Dalam Rangka Perkuat Ketahanan Pangan, Polbangtan Gowa dan Pemda Bone Kendalikan Wabah Unggas

banner 120x600
banner 468x60

Polbangtan Kementan dan Pemda Bone Perkuat Sinergi, Kendalikan Wabah Unggas di Watang Palakka

Info Bantaeng– Dalam upaya mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI konsisten memperkuat pendidikan vokasi pertanian. Pendidikan vokasi diyakini sebagai pilar utama dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, adaptif, dan berjiwa wirausaha. Langkah strategis ini sejalan dengan visi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan peran vital pendidikan pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian bangsa, serta ketahanan energi.

“Pendidikan vokasi menjadi sarana mencetak generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, berjiwa wirausaha, dan siap melanjutkan regenerasi petani Indonesia,” tegas Mentan Amran.

Dukungan terhadap penguatan SDM pertanian ini juga ditekankan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, fokus utama BPPSDMP adalah membangun kualitas sumber daya manusia pertanian melalui sinergi yang erat dengan lembaga pendidikan, asosiasi profesi, dan dunia usaha. Tujuannya jelas: meningkatkan literasi, keterampilan, dan kompetensi SDM pertanian nasional.

Sinergi Nyata di Lapangan: Dari Kampus ke Kandang

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menunjukkan kontribusi nyatanya. Bersinama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Polbangtan Gowa menjalankan program pengendalian penyakit unggas di Desa Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, pada Sabtu (4/10/2025).

Sinergi Polbangtan Kementan dan Pemda Bone Kendalikan Penyakit Unggas

Baca Juga: Viral Cinta Dua Arah! Pria di Bantaeng Menikahi Dua Wanita dalam Selang Dua Hari, Netizen Heboh

Kegiatan yang bersifat strategis ini bahkan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Kehadiran dua pimpinan daerah teratas ini bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat atas dukungan politik dan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan sektor peternakan di Sulawesi Selatan.

Hadapi Ancaman Newcastle Disease dan Avian Influenza

Fokus dari sinergi ini adalah pengendalian dua penyakit unggas yang paling ditakuti peternak: Newcastle Disease (ND atau Tetelo) dan Avian Influenza (AI atau Flu Burung). Kedua penyakit ini memiliki tingkat penularan dan kematian yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang masif bagi peternak rakyat dan mengancam ketahanan pangan berbasis protein.

Melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Bone serta para petugas kesehatan hewan, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada teori. Lima mahasiswa Polbangtan Gowa, yaitu Ikhwan M. Tohirun, Rifaldi, Ulfa Nur Amalia, Fitri Dian Pahira, dan Nur Haerati Aslama, turun langsung ke lapangan. Mereka menjadi ujung tombak dalam aksi nyata ini.

Edukasi dan Vaksinasi: Dua Senjata Ampuh

Aksi kolaboratif ini diwujudkan dalam dua bentuk kegiatan utama:

  1. Sosialisasi dan Edukasi: Para mahasiswa dan tim teknis melakukan pendekatan kepada peternak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit menular. Mereka menjelaskan ciri-ciri klinis ND dan AI, cara penularan, serta langkah-langkah biosekuriti sederhana yang dapat diterapkan di kandang. Edukasi ini krusial untuk mengubah perilaku dan membangun kewaspadaan dini dari tingkat peternak.

  2. Vaksinasi Massal: Tidak hanya memberi pemahaman, tim juga melakukan vaksinasi langsung pada unggas milik peternak. Vaksinasi merupakan intervensi kesehatan hewan yang paling efektif untuk membangun kekebalan populasi (herd immunity) dan memutus mata rantai penularan penyakit.

Bagi para mahasiswa, ini adalah momen berharga dimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diaplikasikan secara langsung. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi menjadi bagian dari solusi atas permasalahan nyata di masyarakat. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dimana kampus hadir menjawab tantangan pembangunan nasional.