Breaking News
Jika Anda memerlukan informasi lebih spesifik atau berita dari wilayah tertentu di Jambi, silakan beri tahu saya.
banner 728x250

Banjir di Bantaeng Rendam 4 Kecamatan, Jalanan-Tanggul Rusak

banner 120x600
banner 468x60
Banjir di Bantaeng Rendam 4 Kecamatan, Jalanan-Tanggul Rusak
Banjir di Bantaeng Rendam 4 Kecamatan, Jalanan-Tanggul Rusak

Info Bantaeng – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sejak Rabu malam (24/7/2025) menyebabkan banjir besar yang merendam sedikitnya empat kecamatan. Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam, jalanan rusak, dan tanggul sungai jebol, memicu kepanikan dan kerugian material yang cukup besar.

Empat kecamatan terdampak banjir antara lain Kecamatan Bissappu, Ulu Ere, Sinoa, dan Eremerasa. Genangan air yang mencapai ketinggian antara 50 cm hingga 1,5 meter membuat ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat dan balai desa.

Kepala BPBD Kabupaten Bantaeng, Andi Darman, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh luapan beberapa sungai besar. Termasuk Sungai Calendu dan Sungai Bialo. Curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari 10 jam menyebabkan debit air meningkat drastis.

“Tanggul Sungai Calendu jebol di beberapa titik di Kecamatan Bissappu. Sementara ruas jalan poros antar kecamatan di Eremerasa mengalami kerusakan berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” jelasnya saat dihubungi Kamis pagi (25/7/2025).

Baca Juga : Modus Plt Kades di Bantaeng Korupsi Dana Desa Rp 1,2 M Minta Tunai-Transfer

Banjir Melanda Bantaeng, Warga Mengungsi dan Tanggul Jebol

Selain merusak jalan dan tanggul, banjir juga menghanyutkan puluhan ternak serta merusak lahan pertanian warga yang sedang memasuki masa panen. Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga bencana dan menurunkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan untuk membantu evakuasi warga terdampak.

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin, langsung turun meninjau lokasi terdampak dan menyatakan bahwa pemerintah akan segera menyalurkan bantuan logistik serta mempercepat perbaikan infrastruktur.

“Kami sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk memperkuat tanggul sungai yang kritis. Bantuan makanan, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya juga sedang dalam proses distribusi,” ujar Ilham.

Hingga Kamis siang, data sementara mencatat lebih dari 600 kepala keluarga terdampak langsung, dengan jumlah pengungsi mencapai 1.200 orang. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat di masing-masing kecamatan untuk menampung laporan kerusakan serta penyaluran bantuan.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan peringatan dari BMKG Sulsel.

Pemerintah setempat berharap masyarakat bersinergi menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Mengingat tersumbatnya aliran drainase juga menjadi pemicu banjir semakin parah.