Info Bantaeng – Puluhan mahasiswa dan aktivis masyarakat Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Bantaeng. Mereka membawa berbagai tuntutan yang berhubungan dengan isu pelayanan publik, transparansi anggaran, hingga kebijakan daerah yang dinilai belum berpihak maksimal kepada masyarakat kecil.

Aksi tersebut berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa aksi menyuarakan aspirasi melalui orasi dan spanduk yang berisi kritik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Sambutan Legislator dengan Pintu Terbuka
Yang menarik, dua legislator DPRD Bantaeng yakni Asri dan Cece turun langsung menemui para pendemo. Dengan penuh sikap ramah, keduanya menyapa mahasiswa dan mengajak mereka berdialog di halaman gedung DPRD.
“Selamat datang di rumah rakyat. Inilah tempat di mana semua aspirasi masyarakat harus didengar,” ucap Cece yang disambut tepuk tangan massa aksi.
Baca Juga : Donor Darah di Kejaksaan Negeri Bantaeng, Kajari Satria Abdi: Kebaikan Yang Tak Terhingga
Asri menambahkan bahwa DPRD Bantaeng selalu membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyampaikan kritik maupun saran. Menurutnya, keberadaan mahasiswa dan masyarakat di gedung DPRD adalah wujud nyata dari semangat demokrasi.
Dialog Hangat Bahas Aspirasi
Setelah penyampaian aspirasi di luar gedung, perwakilan mahasiswa diajak berdialog langsung dengan kedua legislator. Mereka membahas sejumlah isu prioritas, mulai dari penyaluran bantuan sosial, kondisi infrastruktur jalan, hingga transparansi penggunaan APBD.
Para legislator menegaskan bahwa setiap aspirasi akan dicatat dan diteruskan kepada pimpinan DPRD serta pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. “Kami tidak hanya mendengar, tetapi juga akan mengawal agar setiap suara rakyat mendapat perhatian serius,” kata Asri.
Apresiasi atas Sikap Humanis DPRD
Mahasiswa menyambut baik respons terbuka dari kedua anggota DPRD tersebut. Mereka menilai sikap humanis dan terbuka adalah contoh yang harus diteladani semua wakil rakyat. “Kami datang bukan untuk bermusuhan, melainkan untuk menyampaikan kepentingan rakyat. Terima kasih karena aspirasi kami diterima dengan baik,” ungkap salah seorang mahasiswa.
Demokrasi yang Sehat di Bantaeng
Aksi pun berakhir dengan damai tanpa ada insiden. Massa membubarkan diri setelah menyerahkan dokumen berisi tuntutan resmi kepada DPRD. Sikap terbuka Asri dan Cece dalam menerima pendemo menjadi catatan positif, bahwa gedung DPRD benar-benar berfungsi sebagai rumah rakyat.

















